Kekerasan Hanya Membawa Mudarat
Dalam pemberitaan media
Barat, Hadramaut lebih sering disebut sebagai tanah leluhur Usamah bin
Ladin, sosok yang dicap sebagai teroris nomor satu dunia. Hadramaut
memang tempat kelahiran ayah Usamah, sebelum ia merantau ke Arab Saudi.
Kawasan tandus yang meliputi sepertiga Yaman itu kerap disebut tempat
lahirnya ideologi Al-Qaidah, organisasi bentukan Usamah.
Jauh dari paham-paham radikal, apalagi
terorisme, Hadramaut justru kental dengan tradisi sufi, yang lebih
mengutamakan kedekatan kepada Sang Khalik. Tarim, salah satukotadi
Hadramaut, merupakankotapendidikan, dengan sejumlah pesantren sufi –
yang terkenal adalah Darul Mustafa. Di sinilah sejumlah santri
dariIndonesiamenimba ilmu.
Tentang negerinya yang diasosiasikan
dengan Al-Qaidah, Habib Umar bin Hafiz menegaskan bahwa Usamah, yang
lahir di Arab Saudi, tak pernah berdiam di Yaman. “Pemikirannya tak ada
hubungannya dengan tempat kami,” ujarnya, seperti dikutip The New York Times. Walaupun beberapa tahun lalu Al-Qaidah membangun basis di Yaman dan melancarkan sejumlah teror.
Umar adalah pendiri sekaligus mahaguru
di Darul Mustafa. Ia terkenal dengan seruan Islam sebagai agama yang
membawa damai. Ia rajin melakukan safari, termasuk Amerika Serikat dan
Eropa, untuk membawa pesan damai itu. Aktivitas dan pengaruh umar –
termasuk diIndonesia– membuat namanya masuk 500 tokoh Islam berpengaruh
yang dirilis Universitas Georgetown, Amerika Serikat.
Ia termasuk penanda tangan suratterbuka “A Common Word Between Us and You”,
yang ditujukan kepada Paus di Roma. Ini adalah inisiatif dialog damai
yang kemudia ditindaklanjuti dengan berbagai pertemuan antarpemimpin
kedua agama. Ia juga ikut meneken Risalah Amman di Yordania, yang isinya
imbauan bagi umat Islam untuk tidak mengkafirkan aliran tertentu.
Rabu pekan lalu, Umar bin Hafiz bertolak
ke Yaman setelah kunjungan sepekan diIndonesia. Jadwalnya yang padat
serta kemacetan Ibu Kota membuat Tempo menunggu dua jam di Bandara
Soekarno – Hatta, untuk sebuah wawancara.
Ketika mobil Alphard yang membawanya
merapat di depan bandara, pengawalnya membuka pintu dan mempersilakan
Tempo masuk dan duduk di samping Umar. Di depan kami duduk Jindan bin
Novel, salah satu muridnya, yang menjadi penerjemah. Jendela mobil yang
terbuka membuat para pengantarnya berebut menengok, beberapa
menyorongkan telepon selular untuk merekam tanya-jawab.
Apa tujuan kedatangan Anda ke Indonesia?
Ini adalah kunjungan untuk memenuhi
undangan dari murid-murid saya di sini. Selain itu untuk bertemu dengan
para ulama di Majelis Al-Muwasalah Baynal Ulama Almuslimin (forum
komunikasi ulama yang ia bentuk).
Selain mengunjungi Indonesia dan
negara Asia lainnya, Anda melakukan perjalanan ke Eropa dan Amerika
serta menyampaikan kuliah umum di kampus-kampus. Apa yang Anda
sampaikan?
Saya membawa pesan damai Islam dalam setiap perjalanan ke luar negeri. Bahwa Islam adalah agama yang jauh dari kekerasan.
Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut?
Sebenarnya ini adalah kewajiban setiap
orang, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran bahwa “telah datan
kepada kalian kitab dan rasul dengan cahaya yang terang benderang dan
dengan itulah Allah menunjukkan jalan-jalan yang membawa kedamaian.”
Apakah itu yang juga menjadi dasar Anda menandatangi “A Common Word between Us and You?”
Ya. Apabila seorang muslim mempraktekkan
petunjuk Allah, itu akan memberi manfaat yang lebih besar, tidak hanya
untuk muslim, tapi juga kepada orang non-muslim. Umat Islam semestinya
bisa hidup berdampingan dan bermasyarakat dengan penganut agama lain.
Tapi kenyataannya justru konflik
antaragama terus terjadi. Dalam sejumlah kasus, sekelompok orang Islam
berperan memicu konflik.
Itu karena ada banyak hakikat dari
ajaran Allah yang absen dari pemikiran kaum muslim. Mereka tidak
mendapat arahan yang tepat sehingga mereka lalai dari petunjuk –
keutamaan damai – tersebut. Sebagian kurang mempraktekannya. Padahal
jalan damai ini adalah jalan menuju kebaikan bagi seluruh uamt manusia,
yang juga akan membawa kebaikan pada apa yang ada di sekeliling manusia,
seperti lingkungan, benda, dan hewan.
Apa komentar Anda tentang anggapan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan terorisme?
Anggapan itu hanyalah prasangka.
Bisa anda jelaskan lebih jauh?
Tuduhan tersebut mengemuka karena segelintir umat Islam yang tindakannya tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah.
Apa ajaran itu?
Adacontoh bagaimana Umar bin Khattab
memegang teguh prinsip yang diajarkan Rasulullah. Ketika ia menjadi
khalifah dan mengangkat Amr bin Ash sebagai Gubernur Mesir, Umar
berpesan supaya Amr memerintah dengan adil dan menghargai hak-hak warga
walau berbeda agama.
Sebutan habib yang melekat di depan
namanya merupakan pertanda ulama ini memiliki “darah biru” Islam. Bila
dirunut, silsilahnya mengerucut ke Fathimah, putri Nabi Muhammad.
Tradisi penghormatan terhadap keturunan Nabi, plus reputasi keilmuan
yang dimiliki Umar, membuat namanya masyhur di sejumlah negara,
termasukIndonesia.
Saat in sekitar 400
santriIndonesiaberguru di Darul Mustafa. Beberapa habib yang memiliki
banyak pengikut di Tanah Air, seperrti Munzir al-Musawa dan Jindan bin
Novel, pernah berguru ke Umar. Mereka kerap menggelar zikir yang
dihadiri puluhan ribu orang. Tak pelak, kedatangan Umar
keIndonesiadisambut gegap gempita oleh para pengikut habib tersebut.
Senin pekan lalu, Umar memberikan kuliah
umum di Universitas Paramadina, Jakarta. Kampus yang dipimpin Anies
Baswedan itu langsung dipenuhi orang berjubah dan berkopiah putih.
Mereka pengikut habib yang ingin mengikuti kuliah. Mobil yang membawa
Umar datang dengan pengawalan voor rijder dan diiringi mobil para pengikutnya.
Di hadapan mahasiswa dan pengikutnya,
selain menekankan pentingnya ibadah dan zikir, Umar kembali menegaskan
bahwa umat Islam harus menjadi pionir perdamaian. Di akhir kuliah, ia
menyampaikan kesannya tentang umat IslamIndonesiayang cinta damai,
lembut dan memiliki etika.
Entah sebuah pujian atau sentilan.
Faktanya, konflik antarumat beraama atau aliran kerap terjadi.
Pembakaran rumah warga Syiah di Madura dan penyerangan terhadap pengikut
Ahmadiyah hanya segelintir dari aneka kekerasan yang mencoreng
kerukunan beragama di negeri ini. Bagi Umar, tindak kekerasan terhadap
aliran atau agama lain justru mendatangkan mudarat bagi pelakunya.
Bagaimana Anda memandang konflik antaraliran dalam Islam.
Ini terjadi karena hawa nafsu seseorang
sudah terlalu dominan, sehingga mengalahkan aturan yang diajarkan oleh
Allah. Bagi orang-orang tersebut, pendapat pribadi dan pemahaman mereka
atas sesuatu dianggap seperti wahyu dari Allah, sehingga mereka merasa
benar. Padahal itu hanyalah pendapat dan pemahaman pribadi yang belum
tentu tetap seperti yang diinginkan Allah.
Di Indonesia, sebagai contoh, ada kelompok yang dikafirkan, lalu mendapat perlakuan kekerasan.
Tidak boleh sekalipun menyakiti muslimin
lain dengan cara apa pun, terutama dengan mengeluarkan muslim tersebut
dari Islam atau memvonis kafir. Ini merupakan dosa yang sangat besar,
sebagai ilustrasi, Rasul bahkan emlarabng orang yang mulutnya bau karena
makan bawang putih untuk datang ke masjid karena bau mulut mengganggu
orang lain, dan itu tidak baik. Apatah lagi jika mulut itu menyakiti
dengan mencap kafir.
Tapi sepertinya mudah sekali sekelompok aliran menyatakan aliran lain kafir.
Dalam perkataan Nabi yang diriyatakan
oleh Bukhaei disebutkan, apabila seseorang menuduh muslim lain kafir
padahal dia adalah seorang muslim, kekefuran itu akan kembali kepada si
penuduh. Si penuduhlah yang sebenarnya kafir.
Kenyataan ini membuat orang
antipati dan menjauhi Islam, padahal Anda selalu mengkampanyekan Islam
sebagai agama yang damai, teduh, dan jauh dari kekerasan.
Ya, padahal Nabi Muhammad melarang
tindakan yang membuat orang mundur dan menjauh dari Islam dan umatnya.
Banyak contoh sederhana yang beliau berikan terkait dengan hal tersebut.
Bisa Anda sebutkan salah satunya?
Misalnya ketika kita menjadi imam salat
lalu kita memperpanjang bacaan atau salat sehingga orang enggan ikut
shalat berjamaah bersama kita. Rasul melarang hal-hal seperti ini, maka
bagaimana dengan cacian, tindak kekerasan, dan tuduhan kafir? Dalam
hadis shahih disebutkan bahwa mencaci seorang muslim adalah kefasikan
(tidak perduli terhadap perintah Allah) dan memerangi seorang muslim
adalah kekufuran (ingkar kepada Allah dan Rasul).
Apa solusi untuk mencegah terjadinya konflik antaraliran tersebut?
Hendaknya mereka semua menyadari bahwa
penilaian buruk dan perlakuan buruk terhadap kelompok yang mereka anggap
berbeda paham itu sama sekali tidak membantu. Tindakan tersebut justru
membawa kerugian besar.
Pesan Anda buat mereka yang kerap melakukan kekerasan terhadap kelompok aliran yang berbeda.
Pada hari kiamat nanti Allah tidak akan
menanyakan seseorang tentang dosa orang lain, tapi tentang dosa dan
kesalahan dia sendiri. Apa yang kita lakukan di dunia, itulah yang akan
kita pertanggungjawabkan kelak.
(Adek Media Roza)
Sumber: Majalah Tempo Edisi 10 – 16 Desember 2012 hlm. 178





