Baitul maqdis
Kawasan Rebutan 3 Agama
![]() |
| Masjidil Aqsha |
Di muka bumi terdapat 3 masjid yang memiliki
kemuliaan lebih dari masjid-masjid lainnya, yaitu masjid al-Haram, masjid
Nabawiy, masjid al-Aqsha. Masjidil Haram terletak di kota Makkah, masjid
Nabawiy di kota Madinah, dan Masjid al-Aqsha di kota Yerussalem. Setiap muslim
dituntut untuk mengagungkan ketiga masjid tersebut.
Dalam
peristiwa Isra’ Mi’raj, Masjid al-Aqsha menjadi salah satu tempat yang
diziarahi Rasulullah saw. Di masjid al-Aqsha itulah Rasulullah saw shalat
bersama para Nabi dan Rasul. Imam shalat langsung dipimpin oleh Beliau saw. Bahkan
masjidil Aqsha menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah.
Konon, kota Yerussalem ada sejak masa Sam bin
Nuh. Menurut penemuan arkeolog, kota ini telah beradapan kuno 3.000 SM. Bangsa
Semith, yaitu bangsa Kanaan adalah bangsa pertama yang bermigrasi dari
semenanjung Arabia. Yang pertama merencanakan dan mendirikan Yerussalem adalah
seorang raja bangsa Jebus-kanaan : Malchisedec, yang percaya ke-esaan tuhan.
Ibn Al-Firkah, dalam Bait an-Nufus ila Ziyarat
al-Quds al-Mahrus menuliskan bahwa sam bin Nuh sangat mungkin merupakan pendiri
Kuil yerussalem atau Baitul Maqdis.
Beberapa Nabi meneruskan upaya Sam bin Nuh untuk meneruskannya.
Tahun 2.000-1.500 SM, Nabi Ibrahim bersama
isterinya, Sarah, dan Nabi Luth hijrah dari Baitul Maqdis. Sedangkan Nabi
Ishaq, putra Nabi Ibrahim tetap tinggal di Palestina hingga memiliki putra,
Nabi ya’qub. Nabi Ya’qub memiliki julukan Israil, “hamba Tuhan”.
Salah satu putra Nabi Ya’qub adalah Nabi
Yusuf. Di kemudian hari, Nabi Yusuf menjadi pejabat di kerajaan Mesir. Ketika
musim paceklik, Nabi Ya’qub bersama putra-putranya bermigrasi keMesir. Dari
Mesir itulah, keturunan Nabi ya’qub berkembang dan dikenal dengan Bani Israil.
Tahun 1550 SM, Bani Israil dianggap sebagai
masalah besar di Mesir. Bangsa Israil lebih pintar dari pribumi Mesir. Berbagai
aspek telah dikuasai Bani israil, termasuk perekonomian. Oleh karena itu,
Fir’an menurunkan martabat Bani Israil menjadi budak.
Tahun 1200 SM,
nabi Musa memimpin Bani Israil melarikan diri dari kejaran Fir’aun menuju tanah
Palestina. Mereka memasuki palestina dengan syarat taat kepada Allah swt.
Namun, mereka menolak memasuki Palestina. (Q.S Al-MAidah :24). Akibatnya, Allah
mengutuk mereka. mereka hanya berputar-putar di sekitar palestina.
Agama yang
dibawa Nabi Musa disebut Yahudi. Nama Yahudi berasal dari salah satu marga dari
Bangsa Israil yang memiliki keturunan terbanyak, yaitu Yahuda. Tapi pada
akhirnya, bangsa Israil disebut Yahudi.
Nabi Daud, keturunan Nabi Musa berhasil
mengalahkan raja Jalut di tahun 1.000 SM. Palestina direbut oleh Daud dan Daud
dijadikan raja. Kedua belas suku Bani Israil disatukan dibawah pemerintahan
Nabi Daud. Kerajaan Nabi Daud diteruskan oleh putranya, nabi Sulaiman. Dibawah
pemerintahan Nabi Sulaiman inilah kerajaan Israil mencapai puncak kejayaan.
Nabi Sulaiman membangun Kuil Sulaiman atau
Sinagog, yang dikenal dengan Haikal Sulaiman. Saat tentara babilonia yang
dipimpin Raja Nebukatnezar merebut paksa Yerussalem di tahun 586 SM, Haikal
Sulaiman hancur lebur.
Seiring
berjalannya waktu, tentara Persia menguasai Babilonia. Raja Persia
memperbolehkan bangsa Yahudi kembali ke Yerussalem. Haikal Sulaiman kembali
dibangun di lokasi bekas reruntuhannya oleh Koresy yang Agung.
Di masa
pemerintahan Roma, bangsa Yahudi melakukan pemberontakan. Semangat
pemberontakan itu dipatahkan oleh tentara Roma dengan menghancurkan Haikal
Sulaiman II. Bahkan kaisar Romawi, Konstantine menjadikan Yerussalem sebagai
pusat keagamaan Kristen dengan membangun Cruch of the holy Sepulcher di tahun
335 SM.
Pada masa Umar bin Khattab, tahun 638 M, umat
Islam berhasil menaklukkan Yerussalem tanpa peperangan. Sayyidina Umar
membersihkan dan shalat di Masjid al-Aqsha saat mengunjunginya. Di masa
pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Masjidil Aqsha yang hanya berupa mihrab,
direnovasi. Perluasan masjidil Aqsha seperti sekarang dilakukan oleh cucu Abdul
Malik, Al-Walid.
Itulah sejarah singkat baitul Maqdis menjadi
rebutan tiga agama di muka Bumi, Islam, Kristen, dan Yahudi.
![]() |
| Tembok Ratapan |
Yang tersisa dari Haikal Sulaiman hanya
sebagian dinding pembatas luar. Kini dikenal dengan tembok barat atau tembok
ratapan yang membentang sekitar 60 m. Di tembok itu, kaum Yahudi berdoa dan
meratapi dosa-dosa dengan penuh penyesalan. Selain itu, mereka juga meuliskan
doa-doa itu dikertas dan menyisipkannya di celah-celah tembok.
Kawasan Haikal Sulaiman II lebih dikenal dengan
al-Quds atau Baitul Maqdi. Kesucian Baitul Maqdis, menjadikannya sebagai tempat
tujuan isra’ baginda Nabi Muhammad saw.
Di kompleks baitul maqdis terdapat batu besar
yang dijadikan pijakan Rasulullah saw sebelum Mi’raj. Batu itu terletak di
sebelah utara masjid al-Aqsha. Pada batu tersebut dibangunkan qubbah yang
dikenal Qubbah As-Sakhrah. Qubatus Sakhra sengaja dibangun untuk melindungi
batu tersebut. Di masa Abdul Malik bin Marwan, Qubatus Sakhra direnovasi.
Belakangan kaum Yahudi selalu mengekspos
Qubatush sakhra sebagai Masjidil Aqsha. Itu dilakukan untuk mengibuli umat
Islam. Mengingat, hingga saat ini kawasan masjidil Aqsha menjadi incaran
Yahudi.
Wa allahu
a’lam
![]() |
| Qubah AshShakhrakh |



Tiada ulasan:
Catat Ulasan