Khamis, 17 Januari 2013



Baitul maqdis
Kawasan Rebutan 3 Agama
         
Masjidil Aqsha
Di muka bumi terdapat 3 masjid yang memiliki kemuliaan lebih dari masjid-masjid lainnya, yaitu masjid al-Haram, masjid Nabawiy, masjid al-Aqsha. Masjidil Haram terletak di kota Makkah, masjid Nabawiy di kota Madinah, dan Masjid al-Aqsha di kota Yerussalem. Setiap muslim dituntut untuk mengagungkan ketiga masjid tersebut.
Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Masjid al-Aqsha menjadi salah satu tempat yang diziarahi Rasulullah saw. Di masjid al-Aqsha itulah Rasulullah saw shalat bersama para Nabi dan Rasul. Imam shalat langsung dipimpin oleh Beliau saw. Bahkan masjidil Aqsha menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah.
Konon, kota Yerussalem ada sejak masa Sam bin Nuh. Menurut penemuan arkeolog, kota ini telah beradapan kuno 3.000 SM. Bangsa Semith, yaitu bangsa Kanaan adalah bangsa pertama yang bermigrasi dari semenanjung Arabia. Yang pertama merencanakan dan mendirikan Yerussalem adalah seorang raja bangsa Jebus-kanaan : Malchisedec, yang percaya ke-esaan tuhan.           
Ibn Al-Firkah, dalam Bait an-Nufus ila Ziyarat al-Quds al-Mahrus menuliskan bahwa sam bin Nuh sangat mungkin merupakan pendiri Kuil yerussalem atau Baitul Maqdis.  Beberapa Nabi meneruskan upaya Sam bin Nuh untuk meneruskannya.
Tahun 2.000-1.500 SM, Nabi Ibrahim bersama isterinya, Sarah, dan Nabi Luth hijrah dari Baitul Maqdis. Sedangkan Nabi Ishaq, putra Nabi Ibrahim tetap tinggal di Palestina hingga memiliki putra, Nabi ya’qub. Nabi Ya’qub memiliki julukan Israil, “hamba Tuhan”.
Salah satu putra Nabi Ya’qub adalah Nabi Yusuf. Di kemudian hari, Nabi Yusuf menjadi pejabat di kerajaan Mesir. Ketika musim paceklik, Nabi Ya’qub bersama putra-putranya bermigrasi keMesir. Dari Mesir itulah, keturunan Nabi ya’qub berkembang dan dikenal dengan  Bani Israil.
Tahun 1550 SM, Bani Israil dianggap sebagai masalah besar di Mesir. Bangsa Israil lebih pintar dari pribumi Mesir. Berbagai aspek telah dikuasai Bani israil, termasuk perekonomian. Oleh karena itu, Fir’an menurunkan martabat Bani Israil menjadi budak.
Tahun 1200 SM, nabi Musa memimpin Bani Israil melarikan diri dari kejaran Fir’aun menuju tanah Palestina. Mereka memasuki palestina dengan syarat taat kepada Allah swt. Namun, mereka menolak memasuki Palestina. (Q.S Al-MAidah :24). Akibatnya, Allah mengutuk mereka. mereka hanya berputar-putar di sekitar palestina.
Agama yang dibawa Nabi Musa disebut Yahudi. Nama Yahudi berasal dari salah satu marga dari Bangsa Israil yang memiliki keturunan terbanyak, yaitu Yahuda. Tapi pada akhirnya, bangsa Israil disebut Yahudi.
Nabi Daud, keturunan Nabi Musa berhasil mengalahkan raja Jalut di tahun 1.000 SM. Palestina direbut oleh Daud dan Daud dijadikan raja. Kedua belas suku Bani Israil disatukan dibawah pemerintahan Nabi Daud. Kerajaan Nabi Daud diteruskan oleh putranya, nabi Sulaiman. Dibawah pemerintahan Nabi Sulaiman inilah kerajaan Israil mencapai puncak kejayaan.
Nabi Sulaiman membangun Kuil Sulaiman atau Sinagog, yang dikenal dengan Haikal Sulaiman. Saat tentara babilonia yang dipimpin Raja Nebukatnezar merebut paksa Yerussalem di tahun 586 SM, Haikal Sulaiman hancur lebur.
Seiring berjalannya waktu, tentara Persia menguasai Babilonia. Raja Persia memperbolehkan bangsa Yahudi kembali ke Yerussalem. Haikal Sulaiman kembali dibangun di lokasi bekas reruntuhannya oleh Koresy yang Agung.
Di masa pemerintahan Roma, bangsa Yahudi melakukan pemberontakan. Semangat pemberontakan itu dipatahkan oleh tentara Roma dengan menghancurkan Haikal Sulaiman II. Bahkan kaisar Romawi, Konstantine menjadikan Yerussalem sebagai pusat keagamaan Kristen dengan membangun Cruch of the holy Sepulcher di tahun 335 SM.
Pada masa Umar bin Khattab, tahun 638 M, umat Islam berhasil menaklukkan Yerussalem tanpa peperangan. Sayyidina Umar membersihkan dan shalat di Masjid al-Aqsha saat mengunjunginya. Di masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Masjidil Aqsha yang hanya berupa mihrab, direnovasi. Perluasan masjidil Aqsha seperti sekarang dilakukan oleh cucu Abdul Malik, Al-Walid.
Itulah sejarah singkat baitul Maqdis menjadi rebutan tiga agama di muka Bumi, Islam, Kristen, dan Yahudi.
Tembok Ratapan
Yang tersisa dari Haikal Sulaiman hanya sebagian dinding pembatas luar. Kini dikenal dengan tembok barat atau tembok ratapan yang membentang sekitar 60 m. Di tembok itu, kaum Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa dengan penuh penyesalan. Selain itu, mereka juga meuliskan doa-doa itu dikertas dan menyisipkannya di celah-celah tembok.
Kawasan Haikal Sulaiman II lebih dikenal dengan al-Quds atau Baitul Maqdi. Kesucian Baitul Maqdis, menjadikannya sebagai tempat tujuan isra’ baginda Nabi Muhammad saw.
Di kompleks baitul maqdis terdapat batu besar yang dijadikan pijakan Rasulullah saw sebelum Mi’raj. Batu itu terletak di sebelah utara masjid al-Aqsha. Pada batu tersebut dibangunkan qubbah yang dikenal Qubbah As-Sakhrah. Qubatus Sakhra sengaja dibangun untuk melindungi batu tersebut. Di masa Abdul Malik bin Marwan, Qubatus Sakhra direnovasi.
Belakangan kaum Yahudi selalu mengekspos Qubatush sakhra sebagai Masjidil Aqsha. Itu dilakukan untuk mengibuli umat Islam. Mengingat, hingga saat ini kawasan masjidil Aqsha menjadi incaran Yahudi.
Wa allahu a’lam

 
Qubah AshShakhrakh

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

MANAQIB Sayyidina al-Imam 'Abdul Malik Azmatkhan bin 'Alwi 'Ammul Faqih * NASAB : " Sayyid Abdul Malik bin Alawi (...