Selasa, 15 Januari 2013


MAULID TENGAH MALAM

Maulid tengah malam yang diselenggarakan setiap malam 12 Rabi’ul Awal di makam Habib Ja’far bin Syaikhon Assegaf terasa unik. Acara berlangsung di waktu ketika kebanyakan manusia tengah terlelap oleh tidurnya. Tapi jangan salah, acara maulid tersebut dihadiri oleh ribuan bahkan puluhan ribu kaum muslimin. Mereka datang dari Pasuruan dan berbagai kota disekita pasuruan, seperti Surabaya, Malang, Probolinggo, Lumajang, Gresik. Bahkan dari luar jawa. Semuanya berkumpul di tengah malam demi menghidupkan malam kelahiran Sang Nabi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta, Muhammad saw dengan shalawat dan salam.
Setiap tahun, muslimin yang hadir semakin banyak. Masjid Jami’ pun tak mampu menampung ribuan jamaah yang hadir di malam itu.

Peringatan maulid tengah malam di kota Pasuruan ini dirintis oleh Habib Abdul Qadir bin Husin Assegaf. Majelis ini merupakan sebagian dari tradisi masyarakat Seiwun, Hadhramaut. Menjelang fajar, masyarakat Seiwun bngun dari tidurnya untuk melantunkan shalawat dan salam kepada Rasulullah saw.
Kenapa diselenggarakan di tengah malam? Disebuah kesempatan, Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf menjelaskan bahwa Rasulullah saw lahir menjelang fajar. Sehingga alangkah indahnya jika menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw, kita bershalawat dan salam kepada Beliau. Sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah saw. Apalagi ditambah dengan ibadah yang lain, seperti shalat malam dan dzikir-dzikir yang lain.
Sungguh nikmat..

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

MANAQIB Sayyidina al-Imam 'Abdul Malik Azmatkhan bin 'Alwi 'Ammul Faqih * NASAB : " Sayyid Abdul Malik bin Alawi (...