MAULID TENGAH MALAM
Maulid
tengah malam yang diselenggarakan setiap malam 12 Rabi’ul Awal di makam Habib
Ja’far bin Syaikhon Assegaf terasa unik. Acara berlangsung di waktu ketika
kebanyakan manusia tengah terlelap oleh tidurnya. Tapi jangan salah, acara
maulid tersebut dihadiri oleh ribuan bahkan puluhan ribu kaum muslimin. Mereka
datang dari Pasuruan dan berbagai kota disekita pasuruan, seperti Surabaya,
Malang, Probolinggo, Lumajang, Gresik. Bahkan dari luar jawa. Semuanya
berkumpul di tengah malam demi menghidupkan malam kelahiran Sang Nabi Pembawa
Rahmat bagi Alam Semesta, Muhammad saw dengan shalawat dan salam.
Setiap
tahun, muslimin yang hadir semakin banyak. Masjid Jami’ pun tak mampu menampung
ribuan jamaah yang hadir di malam itu.
Peringatan
maulid tengah malam di kota Pasuruan ini dirintis oleh Habib Abdul Qadir bin
Husin Assegaf. Majelis ini merupakan sebagian dari tradisi masyarakat Seiwun,
Hadhramaut. Menjelang fajar, masyarakat Seiwun bngun dari tidurnya untuk
melantunkan shalawat dan salam kepada Rasulullah saw.
Kenapa
diselenggarakan di tengah malam? Disebuah kesempatan, Habib Taufiq bin Abdul
Qodir Assegaf menjelaskan bahwa Rasulullah saw lahir menjelang fajar. Sehingga
alangkah indahnya jika menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw, kita bershalawat
dan salam kepada Beliau. Sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah saw.
Apalagi ditambah dengan ibadah yang lain, seperti shalat malam dan
dzikir-dzikir yang lain.
Sungguh
nikmat..

Tiada ulasan:
Catat Ulasan